Perkembangan Komputer Tablet vs PC Konvensional

Perkembangan Komputer Tablet VS PC Konvensional

Sekitar tahun 2000-an, masyarakat gandrung dengan adanya teknologi komputer yang memudahkan mereka dalam mengerjakan tugas dan berinteraksi secara online dengan manusia lain di belahan bumi manapun. Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat memasuki era digital yang mana kemajuan teknologi memberi mereka kesempatan untuk membawa komputer mereka kemana pun. Mereka menyebutnya dengan tablet atau Tablet PC. Kepopuleran komputer tablet mulai menggeser keberadaan komputer pribadi konvensional.

Microsoft sendiri sebelumnya telah merintis komputer dalam bentuk tablet atau Tablet PC. Apple dan Google kemudian melakukan hal yang sama dengan memperkenalkan antarmuka yang baru bagi komputer tablet. Merekan merancang antarmuka grafis yang bisa digunakn secara optimal menggunakan jari, Apple membawa iPad, dan Google dengan Android-nya.

Produk yang dikenalkan Apple dan Google sangat berbeda dengan antarmuka yang dimiliki Windows dan OS X tradisional yang memang dirancang khusus untuk penggunaan keyboard dan mouse dalam komputer. Namun Microsoft tidak tinggal diam dengan meluncurkan antarmuka baru yang ramah digunakan pada layar sentuh, yaitu Windows 8.

Hadirnya Windows 8 sayangnya menggeser antarmuka klasik yang memang sudah dirancang khusus untuk komputer atau PC konvensional. Microsoft sendiri memperkenalkan Windows 10 sebagi mode pemisah antara komputer tablet dan PC konvensional. Microsoft juga berbaik hati memperkenalkan fitur baru yang menjembatani keduanya yaitu Continuum. Continuum memungkinkan pengguna komputer tablet kembali menggunakan komputer konvensional dengan kemampuan untuk mendeteksi keyboard dan mouse.

Microsoft dan Windowa 10 bukan menjadi pihak satu-satunya yang mencoba mendekatkan tablet dan PC tradisional. Perusahaan yang mensponsori Linux Ubuntu, Canonical, juga menhadirkan komputer tablet yang memiliki kemampuan serupa dengan tablet Windows. Produk mereka diberi nama Bq Aquaris M10 Ubuntu Edition.

Komputer tablet berbasis Linux ini memiliki layar 10 inci dan ditenagai dengan prosesor MediaTek 1,3 Ghz (64 bit). Didukung RAM 2 GB serta memori internal 16 GB, tablet ini sangat mampu digunakan sebagai tablet yang berfungsi mumpuni layaknan smartphone.  Antarmuka komputer tablet ini juga ditambah dengan fitur yang ada di Ubuntu Phone sebelumnya, yaitu kemampuan menjadi komputer konvensional jika dihubungkan dengan keyboard atau mouse. Canonical akan memperkenalkan tablet PC mereka pada Mobile World Congress di Barcelona tanggal 22-25 ebruati 2016. Bq Aquaris M10 Ubuntu Edition dipastikan sebagai tablet pertama yang menggunakan Linux Ubuntu. Buntu bisa dijadikan sebagi alternative tablet PC selain tablet PC milik Microsoft.

Apple dan pembuat tablet berbasis Android masih berusaha keras mempetahankan keberadan tablet, sekalipun bisa digunakan dengan tambahan keyboard dan mouse. Tren penggunaan tablet milik Apple dan Google akan sering terlihat jika memang produk milik Canonocal dan Microsot banyak disukai pengguna.

Baca Juga: