Akhirnya Sharp Resmi Dijual Ke Foxconn

Sharp Resmi Dijual Ke Foxconn

Foxconn akhirnya resmi memiliki sharp. Perusahaan asal Jepang yang dulu pernah meraksasa itu dijual seharga 3,5 miliar USD atau bila dirupiahkan sekitar Rp.46,5 triliun. Foxconn percaya bahwa mereka bisa memperbaiki kondisi sharp yang sekarang makin terpuruk.

Terry Gou selaku CEO foxconn, yakin bahwa Sharp bisa bangkit kembali dengan bekal teknologinya yang canggih. Menurutnya teknologi yang dimiliki oleh Sharp bernama IGZO (indium gallium zinc oxide) lebih Superior ketimbang layar OLED. IGZO antara lain yang dipakai pada layar iPad.

“Semua orang membicarakan OLED. Namun bila saya seorang teknisi saya akan memilih IGZO,” ujar Gou dalam jumpa pers di pabrik LCD Sharp sebagaimana yang kami kutip dari laman detik.com Senin (4/4/2016).

Gou mengungkapkan, 60% produksi layar di masa datang akan menggunakan IGZO, sisanya menggunakan OLED. Akan tetapi Gou sadar untuk membangkitkan kembali Sharp yang sekarang kondisinya makin memburuk bukanlah hal yang mudah.
“Saya tidak akan meremehkan hal ini, namun saya punya roadmap yang jelas dihati saya,” tambah Gou kembali.

Pihak manajemen punya Ambisi yang kuat untuk menjadikan Sharp sebagai pemain kunci di produk consumer generasi terbaru, termasuk internet of things dan aplikasi rumah pintar.

Gou juga menyatakan tidak akan mem PHK para karyawan Sharp. Tapi ia menggarisbawahi bahwa foxconn akan rutin memberhentikan sekitar 3 hingga 5% karyawannya yang dianggap memiliki kinerja rendah setiap tahunnya.

Sebenarnya, para pemerintah Jepang tak menyukai bila ada perusahaan besar di negaranya yang dimiliki oleh perusahaan asing. Jadi pemerintah setempat sempat menawarkan bantuan untuk Sharp lewat sebuah konsorsium.
Bantuan tersebut berbentuk suntikan dana senilai 2,6 miliar US Dollar dan Lini kredit senilai 1,78 miliar dolar. Sayangnya, bantuan itu ditolak oleh Sharp sehingga akhirnya mereka menjadi perusahaan asal Jepang pertama yang dimiliki oleh perusahaan asing.

Baca Juga: