Kecerdasan Buatan dari Microsoft Ini Diberi Nama Tay

Microsoft Tay Tweets

Perkembangan teknologi di dunia semakin tahun semakin maju. Banyak hal baru yang tercipta berkat gagasan unik masyarakat dunia. Perusahaan-perusahaan pengembang teknologi tak kalah saing dalam menciptakan inovasi baru dalam dunia teknologi informasi.

Perusahaan besar Microsoft baru-baru ini memperkenalkan hasil percobaan dalam menciptakan kecerdasan buatannya yang diberi nama Tay. Eksperimen yang berbentuk chatbot ini mempunyai wujud sebagai seorang gadis remaja.

Seperti yang dikutip dari laman Mashable hari Kamis, 24 Maret 2016, Microsoft merilis hasil eksperimannya tersebut di aplikasi Kik, GroupMe, dan Twitter pada hari Rabu waktu setempat. Microsoft menyatakan bahwa hadirnya Tay bertujuan agar mereka bisa mengetahui topik pembicaraan apa yang paling sering generasi millenial bicarakan.

Kabar yang beredar bahwa saat pengguna terhubung dengan Tay melalui satu dari platform aplikasi yang ada, pengguna bisa mengubah selfie, pesan-pesan, dan juga bermain berbagai macam game. Perusahaan yang berdiri berkat tangan dingin Bill Gates ini menyatakan bahwa tujuan utama hadirnya Tay di masyarakat hanya menjalin hubungan dan sebatas hiburan.

Selain hal tersebut, tim riset  dari Microsoft juga berharap bisa menggunakan Tay sebagai sarana untuk memahami cara manusia saling berkomunikasi satu sama lain. Microsoft dalam laman website Tay menyatakan bahwa Tay dikembangkan oleh tim pengembang melalui data publik yang relevan dan dibuat menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligent/ AI).

Microsoft menyatakan bahwa Tay mungkin tidak terlihat sangat cerdas selama chat berlangsung. Mereka beralasan bahwa pihaknya terutama tim pengembang Tay, terus berusaha memodifikasi Tay untuk selalu sejalan dengan interaksi yang dilakukan manusia terhadapnya.

Kecerdasan buatan Tay sendiri disebut mempunyai kepribadian yang kuat dan tangguh. Ia, meskipun hanya berbentuk chatbot,  dapat merespon pertanyaan yang diberikan dan tidak malu untuk menyampaikan pendapat pribadinya.

Perusahaan milik Bill Gates ini kembali menyebutkan bahwa chatbot tersebut sengaja dirancang bagi pengguna internet yang berusia remaja tanggung sekitar 18 hingga 24 tahun. Mereka menambahkan bahwa data yang terkumpul dari percakapan dengan Tay akan digunakan untuk kepentingan riset tentang pemahaman mengenai percakapan.

Perusahaan yang berkantor pusat di Redmond Washington itu menyatakan bahwa kehadiran Tay bukanlah langkah akhir bagi mereka. Ini merupakan inovasi baru yang akan terus mereka kembangkan sebagai bentuk apresiasi terhadap meleknya masyarakat dunia tentang teknologi. Kabarnya Microsoft masih mempunyai rencana besar dalam pengembangan kecerdasan buatan ini.

Inovasi baru dari Microsoft tersebut mungkin akan dikuti oleh perusahaan lain lewat berbagai jenis kemajuan teknologi lainnya. Akan bermunculan Tay –Tay lain yang mungkin lebih hebat yang akan terus mempermudah manusia mengelola komunikasi mereka. Sebagai masyarakat yang berpikiran maju, hendaknya kita menyambut karya baru ini dengan penuh apresiasi.

Baca Juga: