Enkripsi Whatsapp Bikin Frustasi Banyak Negara

Enkripsi Whatsapp Bikin Frustasi Banyak Negara

Kini WhatsApp telah memiliki perlindungan yang sangat ketat. Perusahaan besutan Facebook itu mengumumkan bahwa semua teks dan video call akan dibentengi dengan enkripsi yang sangat kuat. Ini merupakan langkah yang berpotensi membuat banyak negara frustasi otoritas.

Baca juga: Luncurkan Enkripsi Pada Layanannya, Whatsapp Semakin Aman

Seperti yang Kami kutip dari laman detikinet Kamis (7/4/2016), semua pengguna Whatsapp yang berjumlah sekitar 1 miliar itu, dapat menikmati fasilitas tersebut jika update ke versi terbarunya. Intinya, semua hal yang dilakukan di WhatsApp cuma Dapat dibaca oleh pengirim dan penerima nya saja.

Saat informasi itu terkirim antara perangkat satu dengan perangkat lainnya, WhatsApp mengklaim tidak ada orang yang mampu menyadap nya. Bahkan pihak WhatsApp sendiri tak mampu melakukannya.

“Enkripsi end-to-end ini membuat semua jenis komunikasi menggunakan WhatsApp menjadi lebih pribadi seperti percakapan muka dengan muka,” ujar pihak WhatsApp.

Nah, maka dari itu fitur yang masih baru ini berpotensi membuat WhatsApp dibenci oleh aparat. Sebagaimana sebelumnya, pemerintah di berbagai negara telah menilai WhatsApp kadang menjadi sarana kriminal untuk dapat berkomunikasi. Sehingga terkadang, pengadilan akan meminta informasi di WhatsApp sebagai bukti.

Untuk sekarang, semua pesan yang dilakukan lewat WhatsApp akan dilindungi enkripsi. WhatsApp tentu dapat berkilah kalau mereka tidak menyimpan data yang dimaksud. Walaupun aparat ingin membuka nya sendiri, prosesnya jelas akan sangat menyulitkan.

Lihat saja seperti kasus FBI dan Apple beberapa waktu yang lalu di mana Apple menolak untuk membuka iPhone milik tersangka penembakan di San bernardino, sehingga menjadi trending topic. FBI akhirnya mencabut gugatannya setelah mereka memiliki cara sendiri untuk dapat membobol ponsel tersebut.

WhatsApp sebenarnya sadar kalau langkahnya untuk dapat melindungi data pengguna bisa membuat ribet. Akan tetapi, mereka berkilah kalau memang informasi seseorang itu perlu diamankan, sebab merupakan ranah pribadi.

“Belakangan ini memang banyak diskusi persoalan layanan enkripsi yang berkaitan dengan para penegak hukum. Walaupun kami akui pekerjaan penting penegak hukum untuk menjaga agar orang tetap aman, usaha untuk melemahkan enkripsi beresiko mengekspos informasi orang untuk bisa disalahgunakan oleh penjahat cyber, hacker dan negara jahat,” terang WhatsApp kembali.

Baca Juga: