Resmi Hadir di Indonesia, HooQ Berlakukan Sensor Konten Negatif

Hooq Indonesia

HooQ, merupakan salah satu layanan video on demand yang baru saja diresmikan di Indonesia. Layanan yang diciptakan oleh perusahaan patungan (Singtel, Sony Pictures dan Warner Bros) ini mengaku tak mau memiliki nasib yang sama dengan Netflix yang bermasalah karena kontennya.

Guntur S. Siboro selaku Country Head HooQ Indonesia, mengaku pihaknya akan berusahan mengikuti semua persyaratan serta aturan di Indonesia.

“Kita akan memenuhi semua syarat yang berlaku tersebut. Kini kami menggunakan self sensor. Sensor ini kan susah-susah gampang. Sebab masing-masing orang memiliki arti yang berbeda,” tuturnya sebagaimana yang kami kutip dari Tribunnews.com, Senin (18/4/2016).

Baca juga: 4 Hal Yang Membuat Layanan Live Streaming Begitu Populer

Walaupun demikan, ia tak mau banyak bicara terkait konten yang jelas-jelas melanggar aturan. Konsekuensinya, bila konten tersebut dianggap bermasalah maka akan langsung dicabut. “Jika ada laporan ataupun masukan, maksimal 24 jam, itu akan dihapus,” tuturnya lagi.

HooQ pertama kali dihadirkan di Filipina, lalu mulai melebarkan sayapnya ke India dan Thailand, dan kini sampai pula di Indonesia. Layanan ini menghadirkan lebih dari 45 ribu jam film serta serial TV Hollywood dan Indonesia, pengguna bisa menyaksikannya kapanpun dan dimanapun yang ia mau dengan fitur streaming. Kini, HooQ sudah dapat dinikmati oleh para pengguna Android dan iOS.

Baca Juga: